Berita lengkap dari hasil tulisan kopaser indonesia terbaru, berita politik, berita teknologi, review handphone, berita selebritis dan gosip, berita nasional dan berita internasional
KLATEN(Jaringan Arwira Media Group)- Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.665.000 per gram, naik Rp 13.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut terkerek naik sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 2.513.000 per gram. Kenaikan ini memperpanjang tren positif harga emas sejak awal tahun.
Kondisi ini disambut antusias oleh para investor logam mulia. Salah satunya Eko Wiratno, Analis Ekonomi dari EWRC Indonesia, yang menilai lonjakan harga emas saat ini menjadi momentum emas bagi pemilik logam mulia, khususnya yang telah berinvestasi sejak beberapa tahun lalu.
“Bagi investor yang memegang emas Antam 1.000 gram atau 1 kilogram, potensi keuntungan saat ini bisa mencapai Rp 916.716.540,” ujar Eko kepada Jaringan Arwira Media Group.
Menurut Eko, jika dihitung secara periodik, keuntungan tersebut setara dengan Rp 76.393.045 per bulan atau rata-rata Rp 2.511.552 per hari. Angka itu diperoleh dari kenaikan harga emas tahunan yang mencapai 61,09 persen.
Kenaikan Harga Dipicu Faktor Global
Eko menjelaskan, kenaikan harga emas Antam tidak terjadi secara kebetulan. Ada berbagai faktor global yang menjadi pendorong utama.
Pertama, harga emas dunia saat ini telah menembus level psikologis baru, yakni di atas 4.610 dolar AS per ons troy.
Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Data inflasi inti AS pada Desember 2025 menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan tekanan harga mulai mereda.
“Pasar membaca ini sebagai sinyal bahwa The Fed punya ruang untuk menurunkan suku bunga lebih agresif. Saat suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik karena biaya peluangnya semakin kecil,” kata Eko.
Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan investor terbagi antara ekspektasi dua hingga tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Angka ini bahkan melampaui proyeksi median pejabat The Fed yang hanya memperkirakan satu kali pemangkasan.
Safe Haven di Tengah Ketidakpastian
Selain faktor moneter, permintaan emas sebagai safe haven atau aset lindung nilai juga meningkat tajam. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap stabilitas global.
Salah satu isu yang mencuat adalah penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait kesaksiannya di Kongres AS pada Juni lalu. Isu ini memicu kekhawatiran atas independensi bank sentral AS.
“Kalau independensi The Fed dipertanyakan, pasar akan gelisah. Dan dalam kondisi seperti itu, emas selalu menjadi pelarian,” ujar Eko.
Tak hanya itu, ketegangan geopolitik juga turut berkontribusi. Pasar global memantau potensi keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik politik di Iran, yang berpotensi memicu instabilitas kawasan Timur Tengah.
“Kondisi geopolitik yang memanas selalu identik dengan kenaikan harga emas. Ini sudah menjadi pola historis,” jelas Eko.
Teori Ekonomi: Mengapa Harga Emas Naik?
Secara teori, harga emas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya:
1. Suku Bunga Riil (Real Interest Rate)
Sejumlah jurnal ekonomi terbaru menunjukkan bahwa emas memiliki hubungan negatif dengan suku bunga riil. Ketika suku bunga riil turun, emas cenderung naik karena investor mencari alternatif aset yang aman.
2. Kebijakan Moneter Longgar
Studi tahun 2024 dalam Journal of Monetary Economics menyebutkan bahwa kebijakan moneter ekspansif, termasuk quantitative easing dan penurunan suku bunga, berbanding lurus dengan kenaikan harga emas.
3. Inflasi dan Nilai Tukar Dolar AS
Emas kerap digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Selain itu, pelemahan dolar AS juga mendorong harga emas karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar.
4. Permintaan Bank Sentral
Bank sentral di berbagai negara, termasuk China dan Rusia, terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi aset. Laporan World Gold Council 2025 mencatat pembelian emas bank sentral berada di level tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut harga emas batangan Antam di Butik Emas Logam Mulia:
0,5 gram: Rp 1.382.000
1 gram: Rp 2.665.000
2 gram: Rp 5.270.000
3 gram: Rp 7.880.000
5 gram: Rp 13.100.000
10 gram: Rp 26.145.000
25 gram: Rp 65.273.000
50 gram: Rp 130.395.000
100 gram: Rp 260.712.000
250 gram: Rp 651.515.000
500 gram: Rp 1.302.000.000
1.000 gram: Rp 2.605.000.000
Pajak Transaksi Tetap Berlaku
Sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi emas tetap dikenakan pajak:
Pembelian emas:
NPWP: 0,45%
Non-NPWP: 0,9%
Penjualan (buyback) di atas Rp 10 juta:
NPWP: 1,5%
Non-NPWP: 3%
Pajak tersebut langsung dipotong dari nilai transaksi.
Strategi Investasi ala Eko Wiratno
Eko memberikan beberapa tips bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas:
Tentukan tujuan investasi Emas cocok untuk jangka menengah hingga panjang, minimal 1–5 tahun.
Perhatikan pajak dan selisih harga Selisih harga beli dan buyback harus dihitung agar tidak keliru menilai keuntungan.
Diversifikasi portofolio Idealnya emas hanya 5–10 persen dari total portofolio investasi.
“Jangan taruh semua dana di emas. Tetap kombinasikan dengan saham, obligasi, atau properti,” ujarnya.
Pesan untuk Investor Muda
Eko berpesan agar investor muda tidak tergoda euforia semata.
“Emas itu bukan skema cepat kaya. Ini instrumen pelindung nilai. Kuncinya disiplin, sabar, dan konsisten.”
Menurutnya, emas akan tetap relevan dalam menghadapi ketidakpastian global, tetapi tetap harus disertai pemahaman risiko.
Kenaikan harga emas Antam hari ini mempertegas posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS, ketegangan geopolitik, dan pelemahan dolar, emas kembali menjadi primadona investor.
Bagi mereka yang telah berinvestasi sejak lama, lonjakan ini menjadi berkah tersendiri. Namun bagi investor baru, kehati-hatian tetap menjadi kunci utama.(**)
KLATEN(Jaringan Arwira Media Group)- Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.665.000 per gram, naik Rp 13.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga ikut terkerek naik sebesar Rp 10.000 menjadi Rp 2.513.000 per gram. Kenaikan ini memperpanjang tren positif harga emas sejak awal tahun.
Kondisi ini disambut antusias oleh para investor logam mulia. Salah satunya Eko Wiratno, Analis Ekonomi dari EWRC Indonesia, yang menilai lonjakan harga emas saat ini menjadi momentum emas bagi pemilik logam mulia, khususnya yang telah berinvestasi sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Eko, jika dihitung secara periodik, keuntungan tersebut setara dengan Rp 76.393.045 per bulan atau rata-rata Rp 2.511.552 per hari. Angka itu diperoleh dari kenaikan harga emas tahunan yang mencapai 61,09 persen.
Kenaikan Harga Dipicu Faktor Global
Eko menjelaskan, kenaikan harga emas Antam tidak terjadi secara kebetulan. Ada berbagai faktor global yang menjadi pendorong utama.
Pertama, harga emas dunia saat ini telah menembus level psikologis baru, yakni di atas 4.610 dolar AS per ons troy.
Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Data inflasi inti AS pada Desember 2025 menunjukkan tren penurunan, yang mengindikasikan tekanan harga mulai mereda.
“Pasar membaca ini sebagai sinyal bahwa The Fed punya ruang untuk menurunkan suku bunga lebih agresif. Saat suku bunga turun, emas menjadi lebih menarik karena biaya peluangnya semakin kecil,” kata Eko.
Kontrak berjangka suku bunga menunjukkan investor terbagi antara ekspektasi dua hingga tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2026. Angka ini bahkan melampaui proyeksi median pejabat The Fed yang hanya memperkirakan satu kali pemangkasan.
Safe Haven di Tengah Ketidakpastian
Selain faktor moneter, permintaan emas sebagai safe haven atau aset lindung nilai juga meningkat tajam. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap stabilitas global.
Salah satu isu yang mencuat adalah penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Jerome Powell terkait kesaksiannya di Kongres AS pada Juni lalu. Isu ini memicu kekhawatiran atas independensi bank sentral AS.
“Kalau independensi The Fed dipertanyakan, pasar akan gelisah. Dan dalam kondisi seperti itu, emas selalu menjadi pelarian,” ujar Eko.
Tak hanya itu, ketegangan geopolitik juga turut berkontribusi. Pasar global memantau potensi keterlibatan militer Amerika Serikat dalam konflik politik di Iran, yang berpotensi memicu instabilitas kawasan Timur Tengah.
“Kondisi geopolitik yang memanas selalu identik dengan kenaikan harga emas. Ini sudah menjadi pola historis,” jelas Eko.
Teori Ekonomi: Mengapa Harga Emas Naik?
Secara teori, harga emas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, di antaranya:
1. Suku Bunga Riil (Real Interest Rate)
Sejumlah jurnal ekonomi terbaru menunjukkan bahwa emas memiliki hubungan negatif dengan suku bunga riil. Ketika suku bunga riil turun, emas cenderung naik karena investor mencari alternatif aset yang aman.
2. Kebijakan Moneter Longgar
Studi tahun 2024 dalam Journal of Monetary Economics menyebutkan bahwa kebijakan moneter ekspansif, termasuk quantitative easing dan penurunan suku bunga, berbanding lurus dengan kenaikan harga emas.
3. Inflasi dan Nilai Tukar Dolar AS
Emas kerap digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Selain itu, pelemahan dolar AS juga mendorong harga emas karena emas diperdagangkan dalam denominasi dolar.
4. Permintaan Bank Sentral
Bank sentral di berbagai negara, termasuk China dan Rusia, terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai strategi diversifikasi aset. Laporan World Gold Council 2025 mencatat pembelian emas bank sentral berada di level tertinggi dalam dua dekade terakhir.
Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
Berikut harga emas batangan Antam di Butik Emas Logam Mulia:
0,5 gram: Rp 1.382.000
1 gram: Rp 2.665.000
2 gram: Rp 5.270.000
3 gram: Rp 7.880.000
5 gram: Rp 13.100.000
10 gram: Rp 26.145.000
25 gram: Rp 65.273.000
50 gram: Rp 130.395.000
100 gram: Rp 260.712.000
250 gram: Rp 651.515.000
500 gram: Rp 1.302.000.000
1.000 gram: Rp 2.605.000.000
Pajak Transaksi Tetap Berlaku
Sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi emas tetap dikenakan pajak:
Pembelian emas:
NPWP: 0,45%
Non-NPWP: 0,9%
Penjualan (buyback) di atas Rp 10 juta:
NPWP: 1,5%
Non-NPWP: 3%
Pajak tersebut langsung dipotong dari nilai transaksi.
Strategi Investasi ala Eko Wiratno
Eko memberikan beberapa tips bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas:
Tentukan tujuan investasi
Emas cocok untuk jangka menengah hingga panjang, minimal 1–5 tahun.
Perhatikan pajak dan selisih harga
Selisih harga beli dan buyback harus dihitung agar tidak keliru menilai keuntungan.
Diversifikasi portofolio
Idealnya emas hanya 5–10 persen dari total portofolio investasi.
“Jangan taruh semua dana di emas. Tetap kombinasikan dengan saham, obligasi, atau properti,” ujarnya.
Pesan untuk Investor Muda
Eko berpesan agar investor muda tidak tergoda euforia semata.
Menurutnya, emas akan tetap relevan dalam menghadapi ketidakpastian global, tetapi tetap harus disertai pemahaman risiko.
Kenaikan harga emas Antam hari ini mempertegas posisi emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga AS, ketegangan geopolitik, dan pelemahan dolar, emas kembali menjadi primadona investor.
Bagi mereka yang telah berinvestasi sejak lama, lonjakan ini menjadi berkah tersendiri. Namun bagi investor baru, kehati-hatian tetap menjadi kunci utama.(**)