[otw_is sidebar=otw-sidebar-4]

KULTUM TARAWIH RAMADHAN HARI KE-8 Puasa dan Kesabaran sebagai Pondasi Kekuatan Mukmin Oleh Eko Wiratno(Warga Muhammadiyah Tinggal di Klaten)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-5]
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

الحمد لله ربِّ العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.
اللهم صلِّ وسلم على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Jamaah shalat tarawih rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, dan kesehatan kepada kita, sehingga pada malam kedelapan Ramadhan ini kita masih diberi kesempatan untuk menunaikan shalat tarawih. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan utama dalam kesabaran, keteguhan, dan keistiqamahan dalam menegakkan kebenaran.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Pada malam Ramadhan yang penuh berkah ini, marilah kita merenungkan salah satu hikmah terbesar dari ibadah puasa, yaitu pendidikan kesabaran. Puasa adalah ibadah yang secara langsung melatih kesabaran lahir dan batin, menahan hawa nafsu, menunda keinginan, serta mengendalikan emosi. Kesabaran inilah yang menjadi pondasi utama kekuatan seorang mukmin.

Jamaah tarawih rahimakumullah,

Dalam Al-Qur’an, kesabaran memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)

Ayat ini menegaskan bahwa kesabaran bukan sekadar sikap pasif, melainkan kekuatan spiritual yang mendatangkan pertolongan Allah. Seorang mukmin yang sabar adalah mukmin yang kuat, bukan lemah. Ia mampu mengendalikan diri dan tetap berada di jalan yang benar meskipun menghadapi berbagai ujian.

Puasa Ramadhan menjadi sarana utama untuk menumbuhkan kesabaran ini secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Puasa melatih kesabaran dalam berbagai aspek. Kita bersabar menahan lapar dan haus, bersabar menahan amarah, bersabar menahan keinginan yang sebenarnya halal di luar Ramadhan. Latihan ini membentuk pribadi yang mampu mengendalikan diri, bukan dikendalikan oleh hawa nafsu.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa adalah perisai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Perisai yang dimaksud adalah pelindung dari dorongan negatif yang merusak akhlak dan iman. Dengan puasa, seorang mukmin dilatih untuk bersabar dalam menghadapi godaan dan tekanan kehidupan.

Jamaah tarawih rahimakumullah,

Dalam perspektif Islam, kesabaran tidak boleh dimaknai sebagai sikap pasrah tanpa usaha. Kesabaran adalah keteguhan untuk terus berbuat baik, memperbaiki keadaan, dan berjuang secara konsisten meskipun hasilnya belum terlihat.

Kesabaran adalah kekuatan moral yang mendorong kemajuan. Tanpa kesabaran, tidak akan lahir karya besar, perubahan sosial, dan peradaban yang bermartabat. Puasa Ramadhan menanamkan kesabaran yang produktif, bukan kesabaran yang membuat kita diam dan menyerah.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Kehidupan modern penuh dengan tekanan, persaingan, dan tuntutan yang tinggi. Tidak jarang manusia mudah marah, mudah putus asa, dan kehilangan kendali emosi. Puasa mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada fisik, tetapi pada kemampuan mengendalikan diri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa kesabaran adalah ukuran kekuatan sejati seorang mukmin.

Jamaah tarawih rahimakumullah,

Puasa juga melatih kesabaran dalam kehidupan sosial. Kita belajar bersabar menghadapi perbedaan pendapat, sikap orang lain, dan berbagai dinamika masyarakat. Seorang mukmin yang sabar tidak mudah tersulut emosi, tidak mudah memecah belah, dan tidak mudah menyebarkan kebencian.

Dalam Islam yang berkemajuan, kesabaran menjadi kunci untuk membangun dialog, toleransi, dan kerja sama demi kemaslahatan bersama.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Tujuan utama puasa adalah melahirkan ketakwaan. Dan salah satu tanda ketakwaan adalah kesabaran. Orang yang bertakwa mampu bersabar dalam ketaatan, bersabar menjauhi maksiat, dan bersabar menghadapi ujian kehidupan.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)

Ayat ini menunjukkan betapa besar balasan bagi orang-orang yang sabar. Puasa Ramadhan adalah ladang subur untuk menanam benih kesabaran yang kelak akan berbuah kebaikan dalam kehidupan.

Jamaah tarawih rahimakumullah,

Ramadhan adalah sekolah kesabaran yang berlangsung selama satu bulan penuh. Setiap hari kita diuji untuk bersabar, dan setiap malam kita diberi kesempatan untuk memperbaiki diri melalui ibadah. Jika kita lulus dari sekolah ini, maka setelah Ramadhan kita akan menjadi pribadi yang lebih tenang, lebih bijak, dan lebih kuat menghadapi kehidupan.

Inilah esensi puasa yang sejalan dengan visi Muhammadiyah: membentuk manusia beriman yang matang secara spiritual, emosional, dan sosial.

Jamaah shalat tarawih rahimakumullah,

Marilah kita jadikan puasa Ramadhan sebagai sarana untuk melatih dan memperkuat kesabaran kita. Jangan biarkan puasa hanya menjadi rutinitas, tetapi jadikan ia sebagai jalan pembentukan karakter mukmin yang tangguh dan berkemajuan.

Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang sabar, kuat dalam iman, dan istiqamah dalam kebaikan.

Rabbana taqabbal minna, innaka Antas Sami‘ul ‘Alim.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]
author

Author: 

Leave a Reply