[otw_is sidebar=otw-sidebar-4]

SIARAN PERS EWRC INDONESIA Eko Wiratno: Kepemimpinan Periode Kedua Momentum Akselerasi Universitas Boyolali

[otw_is sidebar=otw-sidebar-5]
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Boyolali, 11 Februari 2026 — Pendiri EWRC Indonesia, Eko Wiratno, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas pelantikan kembali Dr. Nanik Sutarni, SH, MH sebagai Rektor Universitas Boyolali (UBY) periode 2026–2030. Pelantikan dilaksanakan Rabu (11/2/2026) di Grha Amarta dan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis UBY ke-18.

Dalam pernyataan resminya, Eko Wiratno menilai terpilihnya kembali Dr. Nanik Sutarni merupakan bentuk kepercayaan atas kepemimpinan dan capaian yang telah ditorehkan pada periode sebelumnya. Menurutnya, periode kedua menjadi momentum penting untuk melakukan akselerasi penguatan institusi.

“Selamat dan sukses kepada Ibu Dr. Nanik Sutarni atas amanah periode kedua. Ini bukan sekadar kelanjutan jabatan, tetapi mandat untuk mempercepat kemajuan Universitas Boyolali di tengah tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif,” ujar Eko Wiratno.

Ia menegaskan, usia ke-18 tahun merupakan fase kedewasaan bagi sebuah perguruan tinggi. Pada tahap ini, universitas dituntut tidak hanya bertumbuh secara kuantitatif, tetapi juga matang dalam tata kelola, inovasi, serta kontribusi terhadap masyarakat.

Menurut Eko, dalam empat tahun terakhir UBY menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi peningkatan jumlah mahasiswa, penguatan sistem akademik, maupun peningkatan kepercayaan publik. Capaian tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh pada periode 2026–2030.

“Periode kedua harus menjadi fase akselerasi. Fondasi sudah dibangun, sistem sudah berjalan, kini saatnya memperkuat kualitas, reputasi, dan daya saing,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eko menekankan pentingnya kepemimpinan yang visioner dan adaptif dalam menghadapi transformasi digital serta perubahan lanskap dunia kerja. Perguruan tinggi, menurutnya, harus mampu menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan berkarakter.

Ia juga mendorong agar Universitas Boyolali semakin memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai lembaga profesional. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Kolaborasi adalah kunci. Kampus harus hadir sebagai pusat inovasi dan solusi atas persoalan riil masyarakat. Dengan kemitraan strategis, mahasiswa akan memiliki ruang lebih luas untuk praktik, riset terapan, serta peluang kerja yang lebih terbuka,” ungkapnya.

Selain itu, Eko mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan momentum Dies Natalis sebagai refleksi bersama dalam membangun budaya akademik yang sehat dan partisipatif. Dinamika internal kampus, menurutnya, harus disikapi sebagai bagian dari proses pendewasaan institusi.

“Perguruan tinggi adalah ruang berpikir kritis sekaligus ruang pembelajaran etika dan tanggung jawab. Perbedaan pandangan harus dikelola dengan dialog dan musyawarah demi kemajuan bersama,” katanya.

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia, EWRC Indonesia menyatakan kesiapan untuk mendukung program-program strategis Universitas Boyolali, khususnya dalam penguatan kapasitas kepemimpinan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Eko menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah pendidikan. Oleh karena itu, penguatan institusi pendidikan tinggi di daerah memiliki arti strategis dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

“Kampus yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat. Ketika perguruan tinggi berkembang, daerah akan ikut tumbuh. Dan ketika daerah tumbuh, bangsa pun semakin kokoh,” ujarnya.

Ia berharap pada periode 2026–2030, Universitas Boyolali mampu meninggalkan legacy berupa sistem yang berkelanjutan, tata kelola yang transparan, serta budaya akademik yang berintegritas. Kepemimpinan periode kedua diharapkan tidak hanya mencatatkan capaian administratif, tetapi juga membangun warisan institusional bagi generasi mendatang.

Mengakhiri pernyataannya, Eko kembali menyampaikan selamat atas pelantikan Rektor UBY dan selamat Dies Natalis ke-18 Universitas Boyolali.

“Semoga kepemimpinan ini membawa Universitas Boyolali semakin maju, semakin dipercaya, dan semakin memberi manfaat bagi masyarakat Boyolali, Jawa Tengah, dan Indonesia,” pungkasnya. (**)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]
author

Author: 

Leave a Reply