[otw_is sidebar=otw-sidebar-4]

Hari Desa Nasional 2026, Boyolali Jadi Etalase Produk Unggulan Desa se-Indonesia

[otw_is sidebar=otw-sidebar-5]
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

BOYOLALI(JARINGAN ARWIRA MEDIA GROUP)- Beragam produk unggulan desa dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Pameran Produk Unggulan Desa dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional 2026. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026).

Produk yang dipamerkan merupakan hasil karya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari berbagai desa. Mulai dari olahan pangan lokal seperti abon pepaya, aneka olahan daging sapi, hingga kopi luwak Liberica yang dikenal sebagai kopi langka, menarik perhatian para pengunjung.

Penggerak UMKM, Dwi Suci Lestariana, mengatakan puncak peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum penting untuk mendorong desa-desa di Indonesia semakin berkembang dan inovatif.

“Kami berharap melalui puncak peringatan Hari Desa ini dapat memberikan motivasi kepada desa-desa agar berkembang secara optimal dan lebih inovatif,” ujar Dwi Suci di sela kegiatan.

Menurut dia, pameran tersebut menjadi ruang promosi strategis bagi produk UMKM desa. Sejumlah produk lokal Boyolali yang ditampilkan memanfaatkan bahan baku yang selama ini melimpah, namun belum dimaksimalkan, seperti pepaya yang diolah menjadi abon.

“Pepaya yang selama ini dianggap biasa ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Selain itu, Boyolali juga menampilkan berbagai produk olahan sapi yang menjadi ciri khas daerah, seperti abon manis, abon pedas, dendeng, hingga olahan paru. Hal ini sejalan dengan identitas Boyolali sebagai daerah sentra peternakan sapi di Jawa Tengah.

Tak hanya UMKM lokal, pameran tersebut juga diikuti pelaku UMKM dari luar Jawa Tengah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sumatera Barat, Sumatera Selatan, serta sejumlah provinsi di Kalimantan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai pameran produk unggulan desa dalam rangka Hari Desa Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat perputaran ekonomi daerah, khususnya Boyolali dan sekitarnya.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ujar Taj Yasin.

Ia menambahkan, keterlibatan pelaku UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai daerah membuka peluang promosi produk desa ke pasar yang lebih luas.

“Ini bukan hanya ajang jual beli, tetapi juga membangun jejaring usaha antar desa,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Tabrani, mengatakan pameran tersebut diikuti lebih dari 90 pelaku usaha dari berbagai provinsi.

“Hari ini ada lebih dari 90 pelaku usaha, baik perwakilan BUMDes maupun UMKM lokal Boyolali dan Jawa Tengah, serta dari provinsi lain di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Tabrani, antusiasme peserta menunjukkan desa-desa semakin siap berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan, pameran produk unggulan desa merupakan salah satu upaya konkret mendorong ekonomi desa.

“Dengan pameran ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tetapi menjadi pemain utama ekonomi Indonesia,” ujar Yandri.

Salah satu peserta UMKM lokal Boyolali, UMKM Gendar  Pecel yang dipimpin Warsono dan Puji, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami bersyukur bisa ikut pameran ini. Pengunjung ramai dan banyak yang tertarik dengan produk kami,” ujar Warsono.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar agar UMKM desa semakin dikenal dan berkembang.(**)

[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]
author

Author: 

Leave a Reply