[otw_is sidebar=otw-sidebar-4]

Mbah Sugeng asal Jabung-Gantiwarno-Klaten di Jadwalkan Sabtu(09/04/2022) Tarawih di Masjid Jogokariyan.

[otw_is sidebar=otw-sidebar-5]
[otw_is sidebar=otw-sidebar-7]

Klaten(Jaringan Arwira Media Group)- Sugeng asal Jabung, Gantiwarno, Klaten yang juga ketua genk Mbah Sugeng sabtu hari ini(09/04/2022) dijadwalkan akan melaksanakan shalat tarawih di Masjid Jogokariyan di Kota Yogyakarta.

Sehari, 50 Piring Pecah di Masjid Jogokariyan Saat Buka Puasa

Pengelola Masjid Jogokariyan Jogja secara rutin membagikan 3.000 porsi makanan untuk berbuka puasa pada Ramadan tahun 2022 ini. Tiap hari, puluhan piring bisa pecah saat makanan dibagikan.

Menurut Ketua Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan, Deliawan, dalam sehari ada 50 piring pecah dalam serangkaian proses pembagian makanan buka puasa. Itu belum termasuk pecahnya gelas yang juga berbahan kaca.

“Sehari bisa lah 50 piring pecah. Entah dalam proses nyuci, atau pedagang ada yang ngambil, ada yang enggak kembali atau pecah di sana. Kadang juga ketendang setelah makan selesai,” kata Deliawan, Kamis (7/4/2022), “Piring pecah sering, makanya setiap jelang Ramadan, pasti kami beli piring lagi. Ramadan ini kami beli hampir 1.000 piring.”

Bukan tanpa alasan pengelola Masjid Jogokariyan tetap mempertahankan piring sebagai wadah membagikan makanan buka puasa. Dengan menggunakan piring, dan juga gelas kaca untuk minuman, akan banyak orang yang terlibat. Mereka akan mencuci, mengelap, sampai menyimpang piring dan gelas.

“Ini cara masjid memberdayakan masyarakatnya. Mencoba memberikan manfaat atau euforia Ramadan kepada masyarakatnya, tidak hanya di masjid,” kata Deliawan.

Dengan saling bekerja sama ini, masyarakat menjadi lebih guyub dan rukun. Masyarakat juga bisa semakin merasa memiliki masjid sehingga hubungan masjid dan masyarakat menjadi semakin erat.

“Misal masjid ada kegiatan apa-apa, masyarakat bisa bantu. Itu penting dalam pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah setiap Ramadan konsepnya seperti ini, dan kami sudah auto pilot melakukannya,” katanya.

Dalam proses penyiapan makanan, masjid hanya memasak nasi dan menyiapkan air minum. Sementara lauk dan sayur dimasak oleh kelompok dasa wisma yang tersebar di rukun warga sekitar Masjid Jogokariyan Jogja. “Kalau sudah matang lauk dan sayurnya, dibawa ke masjid buat diracik sama nasinya,” kata Daliawan.

 

[otw_is sidebar=otw-sidebar-6]
author

Author: 

Leave a Reply